Analisis Desain Citra pada Produk Kemasan Indomie dengan Metode Semiotika

##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Ahmad Riyadi Swandhani Adek Cerah Kurnia Azis Chris Chalik

Abstrak

Di dalam berinteraksi secara sosial, tanpa disadari manusia satu sama lain atau manusia ke barang memberi image/citra, karena adanya objektifitas (Visual) dalam hal ini mata melihat objek berupa tampilan (Body), dan proses itu disebut citra karena memberikkan persepsi, lalu memberikan makna yang berbeda sesuai dengan pengetahuannya, masalah penelitian ini adalah perbedaan antara kemasan indomie dengan realita yang asli dan kemasan indomie juga memberikan kesadaran palsu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi desain pada kemasan indomie, kemasan indomie itu juga mencerminkan makna citra suatu produk. Metode ini menggunakan metode analisis semiotika yaitu pendekatan yang berusaha mencari makna tersembunyi di balik sebuah tanda, baik itu gambar atau teks, sehingga pada penulisan ini, didapatkan hasil Desain sebagai citra, dalam hal ini suatu produk memiliki konsep tersendiri atau pandangan/keistimewaan yang ingin dilihatkan kepada orang lain, dengan cara membuat desain baik berupa iklan, produk ataupun tulisan, lalu desain tersebut membangun atau merepresentasikkan keistimewaan yang ingin diperlihatkan (citra) sehingga orang cenderung menyukai atau masuk ke dalam ruang kesempurnaan yang dibangun oleh desain tersebut, bahkan mereka lebih mengutamakan citra daripada fungsinya sendiri. Hasil penelitian pada kemasan indomie adalah rangkaian ilusi-ilusi yang disuntikkan pada sebuah komoditas, dalam rangka mengendalikkan consumer, ilusi mata tersebut membuat kemasan seperti sebuah suntikkan bius, sehingga consumer merasa terpengaruh membeli suatu produk mie, karena kemasan yang ditampilkan menggambarkan ilusi yang membuat pembeli merasa ketika membeli produk tersebut, akan mendapatkan seperti pada kemasan, padahal kenyataannya tidak.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Bagian
Articles
Referensi
[1] Yosal Iriantara, Komunikasi Pembelajaran : Interaksi komunikatif dan edukatif di dalam kelas / Yosal Iriantara. Bandung: Bandung : Simbiosa Rekatama Media, 2014.
[2] Wina Sanjaya, Media Komunikasi Pembelajaran. Prenada Media, 2016.
[3] Yasraf Amir, Semiotika dan Hipersemiotika: Kode, gaya dan matinya makna. Yogyakarta: Yogyakarta : Cantrik Pustaka, 2019.
[4] R. Barthes and S. Heath, Image, Music, Text. Fontana Press, 1977. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=U_8yYj9h7aIC
[5] Y. R. Respati, “Komunikasi Ideologi Band Indie Melalui Desain Cover Album Studi Kasus: THE S.I.G.I.T.,” Jurnal Dimensi DKV Seni Rupa dan Desain, vol. 1, no. 2, pp. 117–136, Oct. 2016, doi: 10.25105/jdd.v1i2.1354.
[6] E. Damanic, “Pengertian Citra Perusahaan,” 2013.
[7] Y. A. Piliang, Semiotika dan hipersemiotika : kode, gaya & matinya makna, Edisi 4. Bandung: Matahari, 2010.
[8] Muhammad Anang Firmansyah, Komunikasi Pemasaran. CV. Penerbit Qiara Media, 2020.
[9] R. Landa, “Designing Brand Experiences,” Sep. 2005.
[10] Brian Alvin Hananto, “Perancangan Identitas Visual Lintas Medium Untuk Brand Makanan (Studi Kasus: Kupana),” Jurnal Titik Imaji, vol. 2, no. 2, 2019.
[11] Terence A. Shimp, Advertising, Promotion, and other aspects of Integrated Marketing Communications. Canada: Canada: Engage Learning, 2010.
[12] Ni Luh Desi In Diana Sari, “Elemen Visual Kemasan Sebagai Strategi Komunikasi Produk,” PROFETIK: Jurnal Komunikasi, vol. 6, no. 1, 2013.
[13] G. Ambrose and P. Harris, Packaging the Brand: The Relationship Between Packaging Design and Brand Identity. AVA Publishing, 2011. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=PKpiYVV0GdMC
[14] A. R. Swandhani, D. Wahjudi, and L. Lukitaningsih, “Semiotika Roland Barthes Sebagai Pendekatan Untuk Mengkaji Logo Kantor Pos,” Gorga : Jurnal Seni Rupa, vol. 12, no. 1, p. 182, Jun. 2023, doi: 10.24114/gr.v12i1.43650.
[15] A. Risi and Z. Zulkifli, “Kajian Semiotika Ilustrasi Digital Karya Agung Budi Santoso (Pendekatan Semiotika Roland Barthes),” MAVIS : Jurnal Desain Komunikasi Visual, vol. 4, no. 02, pp. 47–55, Sep. 2022, doi: 10.32664/mavis.v4i02.739.
[16] A. Z. Ramadhan, “Analisis Semiotika Iklan Cetak La Lights ‘Jangan Mau Diadu’ Versi Ayam,” Gorga : Jurnal Seni Rupa, vol. 9, no. 2, p. 232, 2020, doi: 10.24114/gr.v9i2.19551.